Hanya 2 Unit Terjual di Bulan Ini! Ini Merek Mobil yang Paling Gagal Jual di Indonesia

volvo s60 2000 1 169

jasasadapwa.id – Penjualan mobil di Indonesia pada Februari 2026 menunjukkan perkembangan yang cukup positif, dengan distribusi dari pabrik ke dealer (wholesales) melonjak dibandingkan bulan sebelumnya. Namun di balik kemajuan pasar otomotif tersebut, terdapat beberapa merek mobil yang penjualannya sangat minim, bahkan hanya terjual dua unit dalam sebulan.

Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat wholesales mobil nasional pada Februari 2026 mencapai 81.159 unit, naik dari Januari yang tercatat 66.472 unit. Sementara penjualan ritel atau dari dealer ke konsumen juga meningkat menjadi 78.219 unit, lebih tinggi dari Januari sebesar 67.009 unit.

Di bagian atas persaingan pasar, merek lama tetap mendominasi. Toyota menjadi pemimpin dengan wholesales 22.522 unit, diikuti Daihatsu dengan 13.452 unit dan Mitsubishi Motors dengan 7.008 unit. Kenaikan paling signifikan terjadi pada Suzuki yang penjualannya melonjak dari 2.783 unit di Januari menjadi 9.659 unit di Februari. Merek kendaraan listrik asal China, BYD, juga konsisten dengan 4.653 unit.

Namun kondisi berbeda terjadi di bagian bawah tabel penjualan. Merek dengan penjualan paling rendah adalah Audi, yang hanya membukukan wholesales dua unit pada Februari 2026. Jika digabung dengan Januari yang satu unit, total penjualan dalam dua bulan pertama tahun ini baru tiga unit. Tak jauh berbeda, Volvo Cars juga hanya menjual dua unit pada bulan yang sama.

Beberapa merek lain juga mencatat angka penjualan yang sangat tipis, seperti Volkswagen dengan 23 unit, Subaru dengan 24 unit, dan Kia dengan 27 unit wholesales. Untuk penjualan ritel, Audi dan Volvo Cars juga masing-masing hanya terjual dua unit, disusul Volkswagen (21 unit), Maxus (22 unit), dan Subaru (29 unit).

Fenomena ini menunjukkan persaingan yang sangat ketat di pasar otomotif Indonesia. Meskipun pasar terlihat besar dengan puluhan ribu unit terjual setiap bulan, tidak semua merek mampu meraih bagian pasar yang sama. Bagi merek di segmen premium atau yang baru masuk pasar, tantangan utama bukan hanya menjual produk, tetapi juga membangun jaringan dealer, layanan purna jual, serta kepercayaan konsumen yang sudah lama terbentuk pada merek besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *