Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kebijakan work from home satu hari dalam seminggu tidak hanya menghemat BBM hingga 20 persen, tetapi juga berpotensi mendorong konsumsi masyarakat jika diterapkan setiap Jumat.
Pemerintah tengah mengkaji kebijakan work from home atau bekerja dari rumah sebagai langkah antisipasi terganggunya pasokan minyak mentah dunia akibat konflik di Timur Tengah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut kebijakan ini justru bisa memberikan efek positif bagi perekonomian Indonesia.
Purbaya menjelaskan bahwa kebijakan WFH yang akan diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam waktu dekat ini memang berpotensi menghemat permintaan bahan bakar hingga 20 persen. Namun yang menarik, kebijakan ini juga memiliki efek pendorong terhadap konsumsi masyarakat.
Menurut Purbaya, efek positif tersebut akan terasa jika WFH ditetapkan setiap hari Jumat. Alasannya, Jumat merupakan hari dengan jam kerja paling pendek sehingga dampak terhadap tekanan produktivitas dinilai paling kecil.
Alasan Memilih Hari Jumat
“Jumat kan paling pendek jam kerjanya. Jadi loss ke produktivitas dianggap paling kecil. Sementara perjalanannya sama dari sini ke kantor,” kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Rabu (25/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Jumat biasanya dijadikan momentum untuk olahraga bersama saat pagi hari, dan waktu kerja juga terpotong oleh kewajiban salat Jumat. Hal serupa juga terjadi di sektor swasta, termasuk di pabrik-pabrik.
“Kalau di sini kan pagi-pagi olahraga, enggak lama salat Jumat, habis salat Jumat leyeh-leyeh, habis itu pulang. Pabrik juga sama kan, paling pendek. Jadi dipilih yang paling sedikit shocknya ke produktivitas,” tutur Purbaya.
Pembahasan dalam Rapat Terbatas
Rencana kebijakan WFH ini telah dibahas dalam rapat yang dipimpin Menko Airlangga secara daring. Rapat tersebut turut dihadiri sejumlah menteri, termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Investasi Rosan Roeslani, serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.
Mendagri Tito Karnavian mengonfirmasi bahwa rapat membahas kebijakan WFH bagi ASN untuk penghematan BBM pascalonjakan harga minyak global. Namun ia belum mau membeberkan detail terkait rencana tersebut.
“Sudah rapat kemarin, rapat hampir tiga atau empat jam. Ya, tapi kita sepakat untuk satu suara berarti yang menyampaikan,” kata Tito.
Menunggu Arahan Presiden
Tito menjelaskan bahwa salah satu skema yang dipertimbangkan adalah WFH selama satu hari dalam seminggu. Meski demikian, keputusan final masih menunggu arahan dari Presiden.
“Yang saya dengar itu adalah satu hari selama seminggu. Tapi hari apa yang akan diambil, biar nanti yang putuskan. Nanti kan hasil rapat kemarin akan dilaporkan ke presiden. Setelah ada arahan bapak presiden, baru nanti diumumkan resmi. Sabar-sabar aja,” katanya.
Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengelola konsumsi BBM di tengah ketidakpastian global, sekaligus tetap memperhatikan produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
