Viral Nasib Bripda FCL Usai Video Mesumnya Viral, Polisi Muda Kini Ditangani Propam

ilustrasi video mesum 1

Video asusila yang melibatkan anggota Polres Rote Ndao dan seorang mahasiswi viral di media sosial. Polisi muda berinisial Bripda FCL kini harus berurusan dengan Propam untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.


Kasus video mesum yang melibatkan seorang anggota kepolisian kembali mencuat ke publik. Bripda FCL, anggota Polres Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini menjalani pemeriksaan intensif oleh Propam setelah video yang diduga memperlihatkan dirinya bersama seorang mahasiswi viral di media sosial.

Perempuan yang menjadi pasangannya dalam video tersebut diketahui berinisial VM, seorang mahasiswi di salah satu universitas di Kota Kupang. Video tersebut diduga tersebar melalui grup Telegram bernama “Brankas Viral Kupang” dan dengan cepat menyebar ke berbagai platform media sosial lainnya.


Propam Langsung Ambil Tindakan

Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam) Polres Rote Ndao, Iptu I Gede Parwata, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengambil langkah cepat. Bripda FCL segera dipanggil dan dimintai klarifikasi terkait video viral tersebut.

“Kami dari Propam melalui unit Paminal Polres Rote Ndao telah melakukan penyelidikan dan memeriksa Bripda FCL yang dituangkan dalam berita acara interogasi (BAI),” ujar Parwata kepada wartawan, Rabu (25/3/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal, Bripda FCL mengakui keterlibatannya dalam video tersebut. Saat ini, anggota polisi muda itu telah ditempatkan di ruang penahanan khusus untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Pihak kepolisian menyatakan akan terus mendalami kasus ini serta menindak tegas apabila ditemukan pelanggaran kode etik maupun hukum yang berlaku.


Mengapa Seseorang Merekam Aktivitas Seksual?

Psikolog klinis dari Personal Growth, Diah Ayu, mengatakan bahwa motivasi seseorang merekam aktivitas seksual bisa berbeda-beda dan tidak bisa digeneralisasikan tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

“Jika ditilik dari sisi psikologi, tentu perlu pemeriksaan atau asesmen lebih lanjut untuk mengetahui akar sebenarnya,” kata Diah.

Secara umum, Diah menjelaskan bahwa merekam aktivitas seksual bisa menjadi cara untuk meningkatkan libido. “Dengan merekam, bisa meningkatkan libido. Sehingga, ketika melakukan aktivitas seksual, perlu media lain untuk meningkatkan libido ataupun mencapai kepuasan,” jelasnya.


Pelajaran Penting dari Kasus Ini

Kasus Bripda FCL menjadi pengingat bagi aparat penegak hukum untuk menjaga profesionalisme dan etika, baik di dalam maupun di luar tugas. Penyebaran video asusila tidak hanya merusak nama baik institusi kepolisian, tetapi juga berdampak buruk pada kehidupan pribadi yang bersangkutan.

Publik pun berharap agar Propam bertindak tegas dan transparan dalam menangani kasus ini. Proses hukum yang adil dan tidak pandang bulu menjadi tuntutan masyarakat untuk menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *