Iran Tinggalkan GPS AS, Beralih ke Sistem Satelit BeiDou Milik China

ilustrasi ini yang diambil pada 22 juni 2025 menampilkan peta yang menunjukkan selat hormuz dan iran 1773200942647 169

Jakarta, 14 Maret 2026 – Iran resmi beralih dari penggunaan sistem satelit navigasi Global Positioning System (GPS) buatan Amerika Serikat ke BeiDou Navigation Satellite System milik China. Langkah ini dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan militer Iran dan keseimbangan kekuatan teknologi di kawasan Timur Tengah.

Perubahan ini merupakan proses bertahap setelah Iran menyadari risiko ketergantungan pada GPS yang dikendalikan Pentagon, yang aksesnya dapat dikurangi atau dibatasi secara selektif. AS pernah mengganggu sinyal GPS di kawasan Teluk, sementara Israel juga kerap memanipulasinya untuk membingungkan sistem sipil dan militer Iran.

Sistem BeiDou yang dikembangkan selama lebih dari dua dekade menawarkan cakupan global penuh dengan akurasi hingga skala desimeter, serta sinyal militer terenkripsi. Iran mulai bekerja sama dengan program BeiDou pada 2015 dan memperoleh akses sinyal militer tingkat tinggi pada 2021.

Dalam serangan rudal terhadap Israel pada April 2024, senjata Iran menunjukkan akurasi yang jauh lebih baik dengan target terhantam dalam selisih sekitar 10 meter, kemungkinan besar berkat penggunaan BeiDou. Selain sektor militer, sistem ini juga mulai digunakan di sektor sipil seperti drone pertanian, pemetaan maritim, dan aplikasi transportasi daring.

Peralihan Iran juga memiliki makna geopolitik penting, karena menunjukkan dominasi GPS mulai retak. BeiDou menjadi pilar utama strategi “Space Silk Road” China yang bertujuan membangun alternatif infrastruktur global. Negara lain seperti Rusia, Korea Utara, dan Pakistan juga mulai mengintegrasikan atau bereksperimen dengan sistem yang kompatibel, membentuk blok baru berdasarkan kedaulatan digital dan kepentingan geopolitik yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *