Buntut Joget Viral, SPPG Milik Hendrik Irawan Ditutup BGN

20250718142518

Jakarta – Hendrik Irawan, pria yang viral lantaran berjoget sambil memamerkan keuntungan dari program Makan Bergizi Gratis, akhirnya buka suara. Ia mengungkapkan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang dikelolanya di Batujajar, Bandung Barat, resmi ditutup oleh Badan Gizi Nasional.

Melalui akun media sosial TikTok Hendrik Irawan MBG, pria yang merupakan mitra pemilik SPPG Pangauban itu menyampaikan dampak besar dari video viral yang dilakukannya. Ia mengaku kaget karena permasalahan yang bermula dari sebuah video joget justru berkembang menjadi hiruk-pikuk di publik.

“Perlu Anda ketahui, dengan hujatan Anda, dengan cacian makian Anda, SPPG kami akhirnya ditutup oleh Ibu Nanik selaku dari Badan Gizi Nasional,” ucapnya dengan nada menyesal.

Hendrik mengakui bahwa dirinya melakukan kesalahan dengan tidak mematuhi protokol yang berlaku. Ia tidak menyangka bahwa aksi joget di ruangan tersebut akan menjadi viral dan berdampak sebesar ini.

“Saya merasa kaget kok permasalahan ini menjadi besar, menjadi huru hara. Emang sih ini kesalahan saya, gitu ya. Saya tidak mematuhi protokol, saya nge-dance itu di ruangan tempat saya yang benar-benar saya tidak menyangka akan se-viral ini,” tuturnya.

Penutupan SPPG tersebut pun membawa dampak signifikan terhadap ratusan relawan yang selama ini bekerja di sana. Mereka terpaksa kehilangan pekerjaan dan tidak bisa melanjutkan jadwal produksi makanan untuk akhir Maret 2026.

Kasus ini menjadi sorotan publik terkait etika dan kepatuhan mitra program pemerintah, serta bagaimana sebuah konten viral dapat berujung pada konsekuensi nyata yang memengaruhi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *