Jembrana – Seorang kepala sekolah berinisial SK di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali, viral di media sosial setelah diduga berkomentar tak senonoh pada unggahan kreator konten Instagram @sitihajarhumairoh. SK yang merupakan kepala sekolah dasar itu pun berdalih salah ketik atau typo.
SK diketahui menuliskan komentar “Siti Kamu kok suka lolok?” menggunakan akun Instagram @pakkmt. Kata “lolok” dalam bahasa Bali memiliki arti kelamin laki-laki. Komentar tersebut dinilai sebagai bentuk pelecehan oleh warganet.
Kreator konten dengan 63 ribu pengikut itu pun menyayangkan komentar kepsek tersebut. Siti mengunggah video dan meminta SK agar lebih bijak saat berkomentar di media sosial. Ia juga meyakini SK berkomentar dalam keadaan sadar.
“Semoga anak perempuan Bapak tidak mengalami hal-hal seperti apa yang Bapak lakukan ke saya,” ujar Siti dalam video tersebut.
“Saya yakin bapak berkomentar dalam keadaan yang sadar,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Jembrana langsung bertindak. SK dipanggil pada Rabu (25/3) untuk menjalani klarifikasi sekaligus pembinaan.
Kepala Disdikpora Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra, membenarkan bahwa pihaknya telah memberikan teguran lisan kepada yang bersangkutan.
“Kami sudah memanggil yang bersangkutan kemarin untuk memberikan klarifikasi sekaligus pembinaan. Dalam pertemuan tersebut, kami memberikan teguran lisan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Anom saat dikonfirmasi detikBali, Kamis (26/3/2026).
Kasus ini pun menjadi perhatian publik terkait etika penggunaan media sosial, terutama bagi para tenaga pendidik yang seharusnya menjadi panutan di masyarakat.
