jasasadapwa.id – Memasuki hari ke-13 konflik antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran pada Kamis (12/3), belum ada tanda-tanda perang akan berhenti. Iran berhasil membuat kedua negara tersebut kesusahan dengan menggunakan drone murah bernama Shahed-136, yang telah dikerahkan lebih dari 2.000 unit untuk melumpuhkan pertahanan udara lawan dan menciptakan kekacauan.
Drone tersebut digunakan untuk membombardir berbagai target termasuk kedutaan besar AS di Timur Tengah, sistem radar, bandara, serta gedung-gedung terkait AS dan Israel di kawasan tersebut. Kondisi ini mengejutkan kedua negara yang sebelumnya hanya fokus pada ancaman rudal konvensional.
Para ahli menyatakan bahwa penggunaan drone Shahed merupakan taktik Iran untuk melemahkan musuhnya, karena alat ini berbiaya murah dan mudah diproduksi, serta mulai berhasil menguras aset AS. Ketua Kepala Staf Gabungan AS Dan Caine menyebut kendaraan nirawak Iran sebagai “ancaman” nyata, meskipun sistem pertahanan udara AS berhasil melawannya. Namun bagi pengamat, hal ini bukan kebanggaan karena sistem pertahanan mahal hanya digunakan untuk menumpas drone dengan harga jauh lebih rendah.
Pada hari ke-15 konflik, Sabtu (14/3), Iran tetap berdiri tangguh meskipun AS dan Israel mendapat bantuan dari Australia dan Prancis. Beberapa media melaporkan anggota parlemen khawatir dengan besarnya biaya perang, di mana diperkirakan mencapai sekitar 1 miliar dolar AS (Rp16,8 triliun) hingga 2 miliar dolar AS (Rp33 triliun) per hari.
Sebagian besar pengeluaran berasal dari biaya amunisi, yang diperkirakan mencapai 758 juta dolar (Rp12,7 triliun) per hari. Rudal yang digunakan berkisar 2 juta-3 juta dolar (Rp33 miliar-Rp50 miliar), sedangkan 100 drone kamikaze seharga 3,5 juta dolar (Rp59 miliar). Hal ini tak sebanding dengan drone Shahed-136 Iran yang hanya berkisar 20 ribu-50 ribu dolar AS (Rp338 juta-Rp843 juta).
Pengamat militer menilai Iran sedang menggunakan strategi perang atrisi, yaitu menguras ekonomi lawannya melalui konflik berlarut-larut yang menimbulkan beban ekonomi dan psikologis tinggi dengan memanfaatkan proksi dan taktik asimetris.
