Dugaan Mark Up di Dapur MBG Sukabumi Viral, Eks Akuntan Minta Maaf dan SPPG Sebut Miskomunikasi

seorang akuntan SPPG di Kota Sukabumi membongkar praktik mark up

Jakarta, 14 Maret 2026 – Kasus dugaan mark up yang diungkap mantan akuntan Satuan Pangan Penyediaan Gizi (SPPG) di dapur Makanan Bergizi (MBG) Kota Sukabumi telah viral di media sosial. Belakangan, sang eks akuntan memberikan klarifikasi dan meminta maaf, sementara pihak SPPG menyebutkan bahwa permasalahan ini terjadi akibat kesalahan komunikasi. Dalam klarifikasinya, eks akuntan tersebut menyatakan bahwa data yang dia buat sebelumnya telah diverifikasi dengan faktor dan invoice yang valid. Namun, terdapat penambahan bahan baku dari pesanan tambahan yang belum termasuk dalam datanya, sehingga menyebabkan ketidaksinkronan informasi. Ia menekankan bahwa klarifikasi ini dilakukan secara mandiri sebagai bentuk tanggung jawab tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Kepala SPPG Lembursitu 2, Fikri, mengklaim bahwa informasi tentang mark up yang disampaikan tidak benar. Menurutnya, adanya perbedaan data disebabkan oleh pembelian tambahan bahan makanan untuk mengatasi kekurangan stok, termasuk karena sebagian barang yang tiba rusak atau busuk. Pembelian tambahan tersebut dilakukan di dini hari saat sang akuntan sedang tidak hadir dan sakit. Setelah viralnya isu ini, pihak dapur dan eks akuntan sepakat untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *