Harga Minyak Sentuh US$100/Barel, Ini Sejarah Krisis Minyak Dunia yang Mengguncang Ekonomi Global

97339d39 2e01 4143 9d86 1eaff7d51d4b 169

Jakarta, 14 Maret 2026 – Harga minyak mentah dunia saat ini melambung hingga mencapai US$100 per barel akibat ketegangan AS-Iran yang mengganggu kawasan Timur Tengah, ladang minyak dunia. Jalur distribusi utama di Selat Hormuz – yang dilalui sekitar 30% minyak mentah global atau 13 juta barel per hari – menjadi fokus kekhawatiran, dengan negara Asia seperti Jepang, Korea Selatan, India, dan China yang paling rentan karena mengimpor 70-80% kebutuhan minyak melalui rute ini. Kenaikan harga berpotensi menekan inflasi, memperbesar defisit perdagangan, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi negara importir energi.

Sejarah menunjukkan bahwa pasar minyak dunia telah beberapa kali terguncang oleh berbagai peristiwa besar:

Krisis Minyak 1973-1974

“Guncangan minyak pertama” terjadi ketika negara-negara Arab anggota OPEC menerapkan embargo terhadap negara yang mendukung Israel selama Perang Yom Kippur. Harga minyak melonjak hampir empat kali lipat dari US$3 menjadi sekitar US$12 per barel. Dampaknya mencakup antrean panjang di SPBU, pembatasan pembelian bensin, inflasi tinggi, dan resesi di banyak negara maju. Pendapatan ekspor OPEC juga melonjak dari US$7,7 miliar (1970) menjadi US$88,8 miliar (1974), menandai era petrodollar.

Fluktuasi Ekstrim 2008

Harga minyak mencapai level tertinggi sebelum krisis finansial global, namun kemudian jatuh drastis ketika resesi menyebabkan permintaan energi anjlok.

Kejatuhan Harga 2014-2016

Over supply dan pertumbuhan produksi minyak serpih di AS membuat harga minyak turun tajam dan bertahan rendah dalam waktu lama.

Pandemi Covid-19 2020

Lockdown global menyebabkan permintaan energi menurun drastis, bahkan membuat kontrak berjangka minyak WTI diperdagangkan di harga negatif karena kapasitas penyimpanan penuh.

Perang Ukraina 2022

Sanksi terhadap Rusia sebagai produsen minyak besar menyebabkan ketidakpastian pasokan dan mengangkat kembali harga minyak global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *