Kilang Minyak Haifa Terbakar: Rudal Iran Hantam Fasilitas Energi Israel, 4 Terluka di Kiryat Shmona

afp 69bc32dfb8d8 1773941471

Haifa, Israel – Gelombang serangan balasan Iran mencapai jantung infrastruktur energi Israel. Sebuah kilang minyak di kota utara Haifa dilaporkan terkena serangan rudal Iran pada Kamis (19/3/2026), memicu kebakaran dan gangguan pasokan listrik di kawasan tersebut.

Menteri Energi Israel Eli Cohen mengonfirmasi serangan terhadap fasilitas milik Oil Refineries Ltd di Haifa. Meskipun terjadi kerusakan, Cohen menyebut dampaknya terbatas dan tidak signifikan.

“Kerusakan pada jaringan listrik di utara bersifat lokal dan tidak signifikan,” ujar Cohen dalam pernyataannya. “Juga, dalam rentetan serangan ke utara, tidak ada kerusakan signifikan pada situs infrastruktur Israel.”

Pasokan listrik sempat terputus akibat serangan tersebut, namun kemudian berhasil dipulihkan untuk sebagian besar pelanggan.

IRGC Konfirmasi Serangan ke Haifa dan Ashdod

Koresponden Al Jazeera di Teheran, Ali Hashem, melaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi telah menembakkan rudal ke arah Haifa dan Ashdod, kota di selatan Israel. Serangan ini merupakan bagian dari gelombang balasan atas serangan Israel terhadap ladang gas South Pars sehari sebelumnya.

“Iran mengatakan bahwa ini adalah pembalasan atas serangan terhadap fasilitas South Pars,” jelas Hashem.

Belum jelas apakah fasilitas di Ashdod juga terkena dampak serangan.

Empat Terluka di Kiryat Shmona

Di tempat terpisah, dinas penyelamat Israel melaporkan bahwa empat orang terluka dalam serangan roket di Kiryat Shmona, sebuah kota di Israel utara dekat perbatasan Lebanon. Para korban terdiri dari:

· Seorang pria berusia 60 tahun dalam kondisi serius dengan luka pecahan peluru.
· Seorang wanita berusia 68 tahun dengan luka di kepala.
· Dua pria berusia 20-an dengan luka pecahan peluru.

Serangan di Kiryat Shmona menambah daftar panjang korban sipil di wilayah utara Israel yang terus menjadi sasaran tembakan roket.

Konflik Meluas ke Lebanon

Serangan Iran ke Israel ini terjadi di tengah eskalasi besar di perbatasan utara. Militer Israel telah melancarkan serangan darat dan udara yang intensif ke Lebanon sejak awal Maret, menewaskan lebih dari 1.000 orang.

Serangan Israel di Lebanon dipicu oleh roket yang ditembakkan kelompok bersenjata Hizbullah ke Israel utara sebagai respons atas terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei pada 28 Februari, hari pertama perang AS-Israel melawan Iran.

Hizbullah telah membalas dengan serangkaian rentetan rudal ke Israel utara sebagai respons atas serangan mematikan Israel di seluruh Lebanon.

Ancaman Zero Restraint Iran Masih Menggantung

Serangan ke Haifa ini terjadi hanya beberapa jam setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengeluarkan ancaman mengerikan bahwa Iran akan menunjukkan “ZERO restraint” atau tanpa batasan jika infrastrukturnya kembali diserang. Serangan Israel ke South Pars pada Rabu lalu telah memicu gelombang serangan balasan Iran ke berbagai fasilitas energi di kawasan Teluk, termasuk di Qatar, Arab Saudi, dan UEA.

Dengan kilang minyak Haifa yang kini ikut terbakar, eskalasi konflik ini telah mencapai babak baru yang lebih berbahaya. Infrastruktur energi, yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian, kini telah menjadi medan pertempuran terbuka. Dunia menanti apakah serangan ini akan memicu respons lebih lanjut dari Israel dan AS, dan seberapa jauh Iran akan menjalankan ancaman “zero restraint”-nya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *