Iran Terapkan Sistem Gerbang Tol di Selat Hormuz, Kapal Wajib Bayar Pakai Yuan

20260326103038

Dubai – Iran dan Amerika Serikat kian bersikeras dengan posisi masing-masing di tengah tekanan diplomatik untuk gencatan senjata dalam perang Timur Tengah. Teheran bergerak memformalkan kendalinya atas Selat Hormuz yang krusial, sementara Washington bersiap mendatangkan pasukan ke wilayah tersebut.

Para ahli industri mengungkapkan Iran kini mewajibkan kapal membayar dalam mata uang yuan Tiongkok saat akan melewati Selat Hormuz. Jalur ini merupakan urat nadi perdagangan minyak dan gas dunia, di mana 20 persen dari seluruh minyak dan gas alam global melintasi perairan sempit tersebut.

Dengan kendali penuh atas lalu lintas di selat yang menghubungkan Teluk Persia ke laut lepas itu, Iran telah memblokir kapal-kapal yang dianggap terkait dengan upaya perang AS dan Israel. Sejumlah kecil kapal lain masih diizinkan lewat.

Kantor berita Fars dan Tasnim yang dekat dengan Garda Revolusi Iran mengutip anggota parlemen Mohammadreza Rezaei Kouchi menyatakan bahwa parlemen sedang berupaya memformalkan proses pengenaan biaya lintas kapal.

“Kami menyediakan keamanannya, dan wajar jika kapal dan tanker minyak harus membayar biaya tersebut,” ujarnya.

Lloyd’s List Intelligence, penyedia data maritim global, menyebut rezim Iran saat ini sebagai rezim “gerbang tol” de facto. Perusahaan intelijen perkapalan itu mengatakan kapal-kapal harus memberikan manifes, detail awak, dan tujuan kepada Garda Revolusi Iran. Data tersebut kemudian digunakan untuk penyaringan sanksi dan pemeriksaan kargo, yang digambarkan sebagai “pemeriksaan geopolitik”.

Di tengah ketegangan ini, sirene terdengar di langit Israel dan Uni Emirat Arab memperingatkan datangnya rentetan rudal Iran. Dua orang dilaporkan tewas dan tiga lainnya terluka akibat pecahan peluru dari pencegatan rudal di atas Abu Dhabi pada Kamis.

Sementara itu, AS bersikeras dengan posisinya dan disebut tengah mempersiapkan kedatangan pasukan di kawasan yang dapat digunakan di daratan Republik Islam Iran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *