HMS Anson, kapal selam bertenaga nuklir Angkatan Laut Kerajaan Inggris, telah tiba di Laut Arab. Kapal ini bergerak setelah meninggalkan pelabuhan di Perth pada 6 Maret dan kini mengambil posisi di perairan dalam Laut Arab bagian utara. Pergerakan ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Kapal selam canggih ini memiliki kemampuan untuk meluncurkan serangan rudal jelajah. Dilengkapi dengan rudal serangan darat Tomahawk Block IV yang memiliki jangkauan hingga 1.000 mil, serta torpedo Spearfish.
“Ini berarti pasukan Inggris akan memiliki kemampuan untuk melancarkan serangan terhadap Iran jika konflik meningkat,” demikian dikutip dari laporan Daily Mail, Senin (23/3/2026).
Inggris Perluas Izin Penggunaan Pangkalan untuk AS
Pergerakan HMS Anson terjadi setelah Downing Street mengumumkan pada Jumat lalu bahwa Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer telah menyetujui perluasan penggunaan pangkalan militer Inggris di Timur Tengah. Sebelumnya, AS hanya diizinkan menggunakan pangkalan tersebut untuk operasi pertahanan, guna mencegah Iran menembakkan rudal yang membahayakan kepentingan atau nyawa warga Inggris.
Kini, Starmer telah menyetujui perluasan target untuk membantu melindungi kapal-kapal di jalur pelayaran berdasarkan prinsip pertahanan diri kolektif. Keputusan ini memberi AS fleksibilitas lebih besar dalam merespons ancaman Iran di kawasan, terutama terkait blokade Selat Hormuz.
Kemampuan Silent Killer HMS Anson
HMS Anson, yang telah menempuh perjalanan sejauh 5.500 mil dari pantai barat Australia, muncul tepat di bawah permukaan setiap 24 jam untuk berkomunikasi dengan bunker militer Inggris di Markas Besar Gabungan Permanen (PJHQ) di Northwood, London.
Sumber-sumber pertahanan mengatakan bahwa di PJHQ, Letnan Jenderal Nick Perry, kepala operasi gabungan, akan memberikan perintah untuk menembak jika diizinkan oleh Perdana Menteri. Bila titik serangan telah dikonfirmasi, HMS Anson akan naik mendekat ke permukaan dan meluncurkan salvo empat rudal.
Kapal selam canggih yang berbasis di Faslane, Skotlandia ini tidak memiliki periskop standar. Sebagai gantinya, kapal ini menampilkan pemandangan permukaan pada layar yang sangat besar, memungkinkan awak untuk melihat lingkungan sekitar dengan teknologi canggih.
Kapal Selam dengan Reaktor Nuklir
Dengan kepemilikan reaktor nuklir, HMS Anson tidak perlu mengisi ulang bahan bakarnya selama 25 tahun masa operasinya. Kapal ini juga dilengkapi dengan kemampuannya untuk memurnikan air dan udara, sehingga dapat mengelilingi bumi tanpa perlu muncul ke permukaan.
Namun, kemampuan ini dibatasi oleh fakta bahwa kapal tersebut hanya mampu membawa persediaan makanan selama tiga bulan untuk 98 perwira dan awak kapal.
Sumber Daily Mail mengungkapkan, “HMS Anson akan bersembunyi secara diam-diam. Perdana Menteri dan Komandan Operasi Maritim akan diberitahu keberadaannya, termasuk Dinas Kapal Selam, tetapi lokasinya tidak akan diketahui secara luas”.
Sumber itu juga menyatakan bahwa Angkatan Laut Inggris dapat dengan cepat menempatkan kapal selam di lokasi target dan membiarkannya berada di sana selama berminggu-minggu.
Kementerian Pertahanan Inggris Bungkam
Kementerian Pertahanan Inggris menolak berkomentar mengenai kabar terkait lokasi dan pergerakan HMS Anson. Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pihaknya tidak akan memberikan detail terkini tentang operasi atau pengerahan spesifik.
“Kami terus memantau kemampuan kami di wilayah ini secara berkala,” ujar juru bicara tersebut.
Kehadiran HMS Anson di Laut Arab menambah ketegangan di kawasan yang sudah memanas. Dengan kemampuannya yang mematikan dan jangkauan operasi yang luas, kapal selam ini menjadi alat pencegah yang signifikan di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
