Rudal Iran Jebol Pertahanan Israel, Hantam Dua Kota di Dekat Fasilitas Nuklir

d7fc6990 25c3 11f1 b1ce 2dccb029f244.jpg

Gelombang serangan rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghantam dua kota di selatan Israel yang berada di dekat sebuah fasilitas nuklir. Serangan yang terjadi pada Sabtu (21/3) malam itu mengakibatkan puluhan korban luka dan kerusakan parah pada sejumlah bangunan.

Kementerian Kesehatan Israel melaporkan sebanyak 116 orang terluka di Kota Arad dan 64 lainnya di Kota Dimona akibat rudal balistik yang menghantam kedua wilayah tersebut. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan tidak mengetahui adanya kerusakan pada fasilitas riset nuklir yang berlokasi sekitar 13 kilometer dari Dimona.

Stasiun televisi pemerintah Iran mengklaim serangan tersebut merupakan balasan atas serangan terhadap fasilitas nuklir Natanz di Iran yang terjadi pada hari yang sama. Sementara itu, pada Minggu (22/3), layanan darurat Israel melaporkan sedikitnya satu orang tewas dan tujuh lainnya terluka akibat serangan bom tandan Iran di Tel Aviv.

Kesaksian Warga: “Seluruh Area Hancur”

Naram Zaid, seorang paramedis di Arad, menuturkan kepada BBC bahwa ia melihat banyak anak-anak mengalami luka di kepala dan dada akibat tertimpa benda di dalam bangunan yang rusak. Dinding luar dua gedung apartemen di kota itu rusak parah akibat hantaman rudal.

Ahmadiel Ben Yehuda, warga Dimona yang tinggal hanya dua menit berjalan kaki dari lokasi jatuhnya rudal, mengatakan bahwa ia sedang menuju tempat perlindungan ketika serangan terjadi.

“Ada kerusakan di semua rumah di komunitas kami—banyak langit-langit runtuh dan jendela pecah—termasuk di rumah saya sendiri,” ujarnya. Saat mengunjungi lokasi, ia melihat seluruh area hancur, termasuk sebuah taman kanak-kanak.

“Saya merasa ngeri. Sulit dipercaya kekuatan sebuah misil bisa menghancurkan beton,” katanya.

Fasilitas Nuklir Dimona Jadi Sorotan

Pusat Riset Nuklir Shimon Peres Negev di gurun Negev, yang sering disebut sebagai “reaktor Dimona”, selama ini diyakini menyimpan persenjataan nuklir Israel yang tidak pernah diumumkan secara resmi. Secara resmi, situs itu disebut hanya berfokus pada penelitian, namun sudah menjadi rahasia umum bahwa Israel mengembangkan bom nuklir di sana selama sekitar enam dekade.

Pemerintah Israel menegaskan tidak ada kebocoran material radioaktif dan tidak ada bahaya bagi penduduk di sekitar lokasi.

Eskalasi yang Terus Berlanjut

Sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, Angkatan Udara Israel menyatakan Teheran telah menembakkan 400 misil ke arah Israel, dengan 92% di antaranya berhasil dicegat.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Isaac Herzog mengunjungi lokasi terdampak pada Minggu (22/3) untuk meninjau kerusakan. Penyelidikan mendesak kini dilakukan untuk mengetahui bagaimana rudal Iran bisa menembus sistem pertahanan udara Israel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *